Kajian Kritis: Menuliskan Kembali Berita

Menuliskan Kembali Berita

Berita adalah laporan tentang suatu kejadian yang baru terjadi atau keterangan yang terbaru tentang suatu peristiwa; atau gagasan yang disampaikan kepada khalayak melalui media massa umum.
Dalam sebuah berita harus terdapat unsur 5W + 1H, yaitu:
a. What (apa yang menjadi topik dalam suatu peristiwa)
b. Who (siapa yang terlibat di dalamnya)
c. Where (di mana terjadinya peristiwa tersebut)
d. When (kapan terjadinya)
e. Why (mengapa peristiwa itu terjadi)
f. How (bagaimana terjadinya)
Belajar kelompok masih sering digunakan guru sebagai salah satu metode pembelajaran di kelas dengan cara membagi siswa menjadi kelompok-kelompok untuk menyelesaikan tugas.Melalui sistem belajar ini guru berharap siswa dapat bekerjasama menyumbangkan pemikirannya untuk kelompok belajarnya. Dalam belajar kelompok harus terjalin hubungan bekerjasama saling pengertian, menghargai, dan membantu dengan disertai komunikasi secara empati sebagai upaya untuk memaksimalkan kondisi pembelajaran. Hasil pembelajaran harus merupakan hasil sharing atau kerjasama antar siswa dalam satu kelompok atau antar kelompok. Siswa yang pandai mengajari yang lemah, yang tahu mengajari yang tidak tahu, yang cepat memahami mengajari yang lamban, yang mempunyai gagasan segera memberi usul, dan sebagainya.
Kondisi kerja kelompok dapat menumbuhkan kesadaran menjadi warga negara yang baik, mengembangkan kemampuan sosial dan semangat berkompetisi secara sehat dengan tidak melupakan semangat bekerjasama yang disertai dengan komunikasi secara empati, dan sikap solidaritas yang tinggi.
Pembelajaran kooperatif telah dikembangkan secara intensif melalui berbagai penelitian, tujuannya untuk meningkatkan kerjasama antar siswa, membentuk hubungan positif, mengembangkan rasa percaya diri, serta meningkatkan kemampuan akademik melalui aktivitas kelompok. Metode pembelajaran ini terdapat saling ketergantungan positif antar siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Setiap siswa mempunyai kesempatan yang sama. Aktivitas belajar terpusat pada siswa dalam bentuk diskusi, mengerjakan tugas bersama, saling membantu dan saling mendukung dalam memecahkan masalah. Melalui interaksi belajar yang efektif siswa lebih termotivasi, percaya diri, mampu menggunakan strategi berpikir, serta mampu membangun hubungan interpersonal. Model pembelajaran kooperatif memungkinkan semua siswa dapat menguasai materi pada tingkat penguasaan yang relatif sama atau sejajar.
Ciri-ciri pembelajaran kooperatif (Stahl, 1994) adalah:
1. Belajar bersama dengan teman.
2. Selama proses belajar terjadi tatap muka antar teman
3. Saling mendengarkan pendapat antar anggota kelompok
4. Belajar dari teman sendiri dalam kelompok
5. Keputusan tergantung kepada siswa sendiri
6. Siswa lebih efektif
Model pembelajaran kooperatif terdiri atas beberapa pendekatan, yaitu:
1. Pendekatan Belajar Aktif
Ditunjukkan dengan adanya keterlibatan intelektual dan emosional yang tinggi dalam proses belajar, tidak sekadar aktifitas fisik semata.
2. Pendekatan Konstrukif
Pendekatan ini dapat mendorong siswa untuk mampu membangun
pengetahuannya secara bersama-sama.
3. Pendekatan Kooperatif
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk terampil berkomunikasi.

Kompetensi yang dapat dicapai dalam pembelajaran kooperatif adalah sebagai.
1. Pemahaman terhadap nilai, konsep, atau permasalahan pada suatu materi.
2. Kemampuan menerapkan konsep/memecahkan masalah.
3. Kemampuan menghasilkan sesuatu secara bersama-sama.
4. Kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, bertanggung jawab serta bekerja sama.

Trinamita, S.Pd.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: