Hal-hal yang Merisaukan Hati

Irwansyah, S.Pd

 

Pagi ini saya akan mengajar di kelas VIII C SMP Negeri 4 Arut Selatan, hari ini saya akan mengajak siswa saya untuk mencoba menyampaikan laporan  secara lisan dengan bahasa yang baik dan benar.baca selengkapnya

Karena hari ini adalah pertemuan kedua dalam KD ini, maka setelah saya masuk kelas kemudian kami berdoa bersama-sama dahulu sebelum memulai pelajaran kemudian saya mengecek kehadiran mereka menggunakan daftar hadir, saya menanyakan kepada siswa-siswa saya apakah mereka telah mengerjakan tugas yang telah saya berikan pada pertemuan pertama.

Pada pertemuan pertama dalam KD ini saya telah memberikan tugas kepada siswa-siswa saya untuk membuat tugas rumah, yaitu laporan perjalanan tetapi setelah saya mengecek dengan bertanya siapa yang belum membuat tugas rumah maka sekitar tujuh anak yang mengacungkan tangannya.

Seperti sudah menjadi kebiasaan, lima orang dari siswa yang tidak mengerjakan tugas itu adalah siswa-siswa yang memang jarang kalau tidak mau dikatakan tidak pernah mengerjakan tugas, tetapi yang mengherankan dua orang siswa lainnya adalah siswa yang selama ini saya anggap baik-baik saja karena selalu mengerjakan tugas yang saya berikan.

Akhirnya untuk menghemat waktu saya melanjutkan membagi kelompok menjadi lima orang siswa untuk setiap kelompok, kembali muncul permasalahan ada beberapa siswa yang tidak mau satu kelompok dengan siswa tertentu, agar proses belajar mengajar tidak terhambat atau macet maka dengan sedikit tegas saya mengatakan mereka harus mau menerima siapapun yang menjadi teman kelompoknya.

Sampai di sini masalah bisa teratasi, kemudian saya menyuruh kelompok yang sudah terbentuk itu untuk mendiskusikan tugas mereka dan memilih satu laporan perjalanan yang mereka anggap sudah menggunakan bahasa yang baik dan benar untuk dipresentasikan di depan kelas. Ketika saya menawarkan kepada siswa kelompok siapa yang ingin maju terlebih dahulu untuk membacakan laporan perjalannya maka satu lagi masalah muncul yaitu tidak ada siswa yang mau maju untuk membacakan laporan perjalannya, akhirnya saya mengambil inisiatif untuk menyuruh siswa maju secara acak walaupun siswa yang mendapat giliran pertama untuk maju agak masam mukanya.

Setelah semua kelompok mendapat giliran untuk membacakan laporan perjalanannya dan kelompok yang lain memberikan pendapatnya, maka saya menyuruh ketua kelas untuk mengumpulkan seluruh tugas siswa. Setelah saya periksa masih banyak siswa yang tidak bisa membuat kalimat efektif, bahkan ada siswa yang tidak lengkap dalam menuliskan satu kata sehingga kata itu menjadi rancu maknanya.

Ada beberapa hal yang akhirnya menjadi pemikiran saya setelah proses belajar mengajar hari ini.

 

  1. Mengapa tugas rumah yang sudah saya jelaskan pada pertemuan sebelumnya tidak dapat dikerjakan oleh tujuh siswa?
  2. Mengapa siswa tidak mau satu kelompok dengan kawannya sendiri satu kelas?
  3. Bagaimana caranya agar siswa mempunyai keberanian agar mau maju mempresentasikan tugasnya tanpa harus disuruh guru?
  4. Mengapa masih ada siswa yang tidak bisa menulis kalimat efektif bahkan tidak bisa menuliskan kata dengan tepat?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: