APAKAH MEREKA DENDAM DENGAN SAYA ?

oleh
Respelei Anggar F

Saya memang seorang guru, apalagi sekarang sudah mendapat penghargaan sebagai seorang guru yang profesional, seakan saya ragu apa yang diharapkan oleh istitusi. Sudah layakkah saya untuk menyandangnya, dan beban yang saya emban terasa sangat berat, ketika teman-teman sejawat setiap kali menyatakan, ”Bapakkan guru profesional….? Mengajar di sebuah SMP atau sederajat tidaklah mudah, menurut saya karena ketika mereka duduk di tingkat SMP adalah masa-masa dimana mereka gampang untuk dipengaruhi baik oleh lingkungannya maupun pergaulan mereka.


Anak setingkat SMP ibaratkan sebuah timbangan, jika anak tersebut kita didik yang tidak baik maka mereka pun akan mengikutinya , tapi sebaliknya apabila kita arahkan yang baik pasti mereka akan menjadi baik inilah dasar pemikiran dan seninya ketika kita mengajar di smp .
Rabu, 27 Mei 2009, pukul 07.00 WIB saya melaksanakan pembelajaran di kelas ix a SMP Negeri 6 Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat Pangkalan Bun Kalimantan Tengah. Tempat saya bertugas. Sesuai dengan isi silabus semester 2, Saya mengajar Keterampilan Berbicara dengan Standar Kom-petensi:Mengungkapakan tanggapan terhadap pementasan naskah drama, dan kompetesi Dasar: Menilai Pementasan Drama Yang dilakukan oleh siswa. Saya sudah mempersiapkan diri apa yang akan dilaksanakan ketika saaat pembelajaran tiba, hal utama bagi saya RPP sudah ada dan persiapanpun sudah matang dan RPP tahun kemaren masih bagus dan layak untuk dipakai. Bel tanda masuk sudah dipukul tiga kali semua siswa sudah masuk kelas, saya masuk ke ruangan kelas seperti biasa saya sapa mereka dengan ucapan ,”Selamat pagi anak-anak?” Serta dibalas anak-anak dengan ucapan yang sama. Berikutnya saya absensi siswa, berapa yang hadir dan berapa siswa yang tidak masuk hari ini. Sebelum pembelajaran dimulai, saya mengingatkan siswa kembali pada pelajaran minggu lalu ”Anak-anak masihkah ingat pelajaran minggu lalu ? ”Anak-anak serentak menjawab ingat pak..?” Ada yang menjawab menulis naskah drama pak, ada juga yang lain menjawab pementasan drama pak hari ini! ”Baiklah anak-anak hari ini kita lanjutkan pembelajaran yaitu, Standar Kom-petensi:Mengungkapakan tanggapan terhadap pementasan naskah drama, dan kompetesi Dasar: Menilai Pementasan Drama yang dilakukan oleh siswa dan indikator yang harus dicapai adalah: mampu menentukan unsur-unsur yang akan dinilai serta mampu menilai pementasan drama teman(karya siswa)melalui kegiatan diskusi.
Masing –masing kelompok yang sudah di bagi mereka mengumpul sesuai dengan kelompok ,kelompok yang pentas pertama mempersiapkan diri baik tata pentas serta kursi meja dan keluar masuk para pemain yang sudah dipersiapkan. Pada minggu yang lalu mereka sudah membuat naskah drama serta latihan sehingga mereka siap untuk pentas. Disinilah permulaan masalah yang saya hadapi dilapangan, ketika minggu yang lalu anak-anak sudah saya jelaskan bagaiman kita membuat/menulis naskah drama sesuai dengan teori dan mereka saya tugasi untuk menulis drama dengan ide pengalaman pribadi, pengalaman orang lain dan imajinasi mereka . Sebelum saya tinggalkan siswa saya sudah berpesan kepada ketua kelas agar selama saya tidak berada ditempat agar menjaga dan memelihara ketertipan dan keamanan sehingga proses belajar mengajar berjalan dengan tertib dan terkendali,saya ada keperluan keluar untuk membayar tagihan listrik dan air kira-kira satu setengah jam waktu yang saya perlukan sementara saya keluar anak-anak mengerjakan tugas setelah saya pergi, ternyata anak-anak juga mempunyai kegiatan yang lain tugas yang diberikan ternyata tidak dikerjakan hanya sebagian kecil saja hal itu saya ketahui ketika saya kembali kira-kita lima belas menit jam pelajaran akan berakhir. Selanjutnya saya masuk kelas untuk memeriksa apakah tugas sudah dikerjakan atau belum? Tampak diwajah anak-anak ada rasa takut yang mendera karena mereka bersalah. ”Masing-masih kelompok silakan buka tugasnya sudah selesai atau belum dengan nada yang tinggi saya ucapkan kata-kata itu”, mereka diam. Satu persatu tugas kelompok mereka saya periksa hasilnya sebagian besar tidak mengerjakan. Bagi yang tidak mengerjakan tugas saya hukum dengan lari mengelilingi lapangan sepak bola sebanyak lima putaran dan mereka berjanji tidak mengulangi kesalahannya.
Pagi ini sesuai dengan kesepakatan , kelompok yang tampil adalah kelompok satu diketuai oleh Selamet yang membawakan naskah yang sudah ditulis dan dikerjakan oleh kelompoknya. Sebelum pementasan berlangsung masing-masing kelompok sudah mempersiapkan rubik penilaian yang dibawa dari rumah sesuai dengan format yang sudah disepakati, aspek yang dinilai adalah, 1) penghayatan, 2) kelancaran dialognya, 3) tata panggung, dan 4) tata riasserta kostum, masing-masing siswa berkelompok sesuai dengan kelompoknya
Dengan pentas yang sederhana menggunakan ruangan lab biologi yang agak luas dan meja kursi yang sudah ditata serta kostum yang mereka pakai sesederhana mungkin, tapi tidak mengurangi minat anak untuk pentas dan siswa lain untuk menyaksikan drama yang dimainkan kelompok satu. Judul naskah drama yang mereka bawakan, ”Maling Ayam” ringkasan ceritanya adalah sebagai berikut ada tiga anak muda desa yang tidak ada pekerjaannya alias penggangguran mereka duduk-duduk di pos menunggu malam tiba mereka sudah merencanakan akan mencuri ayam pak Haji. Setelah malampun larut tiga remaja ini mempersiapkan perlengkapan dan menuju ke rumah pak haji yang satu berjaga-jaga dan kedua temannya pun beraksi, tetapi sayang pak hansip dan petugas ronda lewat di depan rumah pak haji dan terdengar teriakan ayam serta merta mereka tertangkap dan mereka dimarahi oleh pak haji dan mereka minta ampun dan berjanji tidak mengulangi lagi perbuatannya
Nah anak-anak sebelum kita lanjutkan ke naskah berikutnya, masing-masing kelompok untuk menyampaikan tanggapan tentang pementasan yang dilakunkan oleh temannya sesuai rubik penilaian yang sudah didiskusikan bersama, mereka akhirnya kedepan walaupun dengan terpaksa untuk mempretasekan hasil diskusinya, kelompok dua memberikan masukan tentang kekurangan dan kelebihan dari drama yang dipentaskan mereka menyoroti tentang penghayatan serta ekspresi yang belum tampak sedangkan kelompok tiga tentang lapal para pemain serta kelancaran dialognya serta kurang tepat pengucapannya karena dipengaruhi oleh bahasa daerah, (contoh: Kesini ikam) sering kurang jelas dan yang terakhir menyoroti masalah bloking karena mereka sering membelakangi penonton serta mimik( ketika pak haji marah kurang ekaspresi atau mimiknya biasa saja.) Dan pembelajaran pun berlangsung seperti yang direncanakan tetapi ada beberapa kelompok yang belum tampil dengan alasan karena temannya tidak hadir ada juga karena naskah dramannya belum hapal dan kostumnya belum siap dan sebagainya. Disesen diskusi banyak siswa yang berdiam diri kecuali ditanya atau dipaksa maka mereka mau untuk memberikan tanggapan terhadap pementasan yang disaksikannya didalam memberikan tanggapan banyak bahasa daerah yang mereka gunakan.
Meskipun pembelajaran berjalan namun ada beberapa hal yang menjadi kendala atau masalah yang terbayang dalam benak saya ketika pembelajaran berakhir. Masalah itu antara lain (1) bagaimanakah seharusnya agar semua anak aktif dalam proses pembelajaran? (2) apakah semua anak tidak terbebani ketika diberikan tugas setiap pembelajaran berlangsung? (3)Apakah ketika anak melakukan kesalahan diperlakuan dengan kasar apakah akan membekas dan memiliki rasa dendam terhadap gurunya? (4) Apakah mereka merasakan pelajaran yang diperoleh hari ini bermanfaat untuk masa depannya? Dan pembelajaran ini pun saya akhiri dengan pesan agar mereka rajin belajar, supaya menjadi orang yang berguna untuk bekal mereka dikemudian hari.

Rumusan Masalah

Apakah penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas IX-A SMPN 6 Arsel dalam menilai pementasan drama yang dilakukan oleh siswa ?

Selanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: