AKU INGIN WAKTU UNTUK ANAK-ANAK

Darmawati

 

 

 

Anak-anak dalam konteks judul di atas adalah siswa Sekolah Menengah pertama.   Tepatnya siswa kelas VII B SMP Negeri 2 Arut Selatan, tempat saya bertugas.

Sesuai dengan tuntutan kurikulum dan silabus bidang studi Bahasa Indonesia materi pembelajarannya adalah menulis dongeng.baca selengkapnya

Pertanyaan yang mulai menggangu pikiran saya, apakah dengan metode media serta pengalokasian waktu yang saya buat siswa mampu mencapai tujuan pembelajaran dalam kepetensi ini.  Karena materi menulis ini saya anggap sangat sulit walaupun demikian saya tetap berharap anak-anak bisa menulis dengan baik.

Kamis, 5 Nopember 2009 pukul 09.40 wib – 11.40 wib saya melaksanakan pembelajaran di kelas VII B SMP Negeri 2 Arut Selatan.  Sesuai dengan isi silabus semester I saya mengajarkan  keterampilan menulis pada standar kompetensi :

8.   Mengekspresikan pikiran perasaan, dan pengalaman melalui pantun dan dongeng, dan standar kompetensi  8.2 Menulis kembali dengan bahasa sendiri dongeng yang pernah dibaca atau didengar, dengan Indikator : 1.  Mampu menentukan pokok-pokok dongeng.  2.  mampu menulis dongeng berdasarkan urutan pokok-pokok dongeng.

Sebelum pembelajaran  saya sudah menyiapkan RPP dan Teks dongeng yang berjudul ” Seruling Ajaib ” dari buku paket pelajaran bahasa Indonesia kelas VII halaman 84 – 87.

Pada kegiatan awal saya berdiri dan memandang seluruh siswa.  Saya pun menyapa anak-anak, ” Selamat pagi anak-anak!” dengan wajah berseri-seri dan bersemangat anak-anak menjawab, ”Selamat pagi, Bu!”.   Saya memandangi anak-anak dan saya melihat anak-anak sudah duduk secara berkelompok tetap setiap pembelajaran bahasa Indonesia.

Saya mulai melanjutkan dengan bertanya jawab dengan anak-anak tentang judul dongeng yang pernah dibaca atau didengarnya.  Anak-anak menjawab secara bersama-sama, ” Kancil dan Buaya, Lebai Malang, Asal Mula danau Toba, Tukang Sepatu dan Liliput”.

 

 

Disini saya mulai merasa terganggu dengan cara anak-anak menjawab tersebut.  Dan saya sadar teknik bertanya saya salah dan saya langsung mengingatkan anak-anak kalau mau menjawab harus angkat tangan dulu baru menjawab.  Anak-anak hanya diam.  Berdasarkan judul dongeng yang disebutkan anak-anak saya bertanya kembali, dongeng yang berjudul ” Kancil dan Buaya” termasuk jenis dongeng apa? Seorang anak yang berada disebelah kanan saya menjawab, ” Fabel ”.  Maka saya pun memberikan nama kelompok itu kelompok Fabel.  Begitulah sampai keenam kelompok tersebut sudah mendapat nama kelompok sesuai dengan jenis dongeng.

Saya pun melanjutkan pembelajaran  dan menjelaskan bahwa minggu lalu kita sudah bercerita, sebelum bercerita kita telah menentukan pokok-pokok dongeng.  Begitu juga pembelajaran hari ini.  Saya meminta akan-anak untuk menyebutkan pokok-pokok dongeng tersebut.   Dari kelompok Mite siswa bernama Uri menjawab secara lengkap : tema, tokoh, watak tokoh, latar, alur dan amanat.   Saya merespon jawaban Uri dengan mengatakan betul.  Saya menjelaskan bahwa kompotensi dasar yang akan diajarkan hari ini menulis kembali dengan bahasa sendiri yang pernah dibaca atau didengar.

Penjelasan pun saya lanjutkan dengan meninformasikan langkah-langkah pembelajaran, sekaligus membagikan LKS kepada setiap kelompok.  Kegiatan awal itu pun berlangsung selama 10 menit.

Anak-anak pun mulai membaca teks dongeng dengan tenang.   Terlihat  beberapa orang anak sambil mencatat inti-inti dongeng.  Kegiatan membaca tersebut saya alokasikan selama 10 menit. Selesai membaca saya meminta anak-anak untuk mnenutup dongeng yang dibacanya.

Kegiatan diskusi pun berlangsung, saya mengamati proses jalannya diskusi anak-anak.  Dalam diskusi tersebut masih terlihat satu dua orang anak tidak aktif mengikuti diskusi untuk menentukan pokok-pokok dongeng.  Saya pun mendekati Jemi yang tidak  aktif mengikuti diskusi, saya menegur agar ia terlibatkan dalam diskusi tersebut dengan mengarahkan pembagian tugas agar ikut terlibat.  Ternyata kegiatan diskusi ini menggunakan waktu yang cukup lama melebihi alokasi waktu yang saya tentukan yaitu selama 20 menit sekaligus menuliskan hasil diskusi dilembar kerja.  Penambahan waktu pun harus dilakukan selama 10 menit.

Walaupun dengan tergesa-gesa anak-anak harus menyelesaikan  menuliskan hasil diskusi ke lembar kerja akhirnya bisa terjawab semua.

Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan menulis  kembali dongeng yang sudah dibaca, berdasarkan  urutan pokok-pokok dongeng, secara individual di lembaran kerja siswa yang sudah dibagikan.  Pada kegiatan menulis saya melihat Jemi, Alif dan M Yahya, 30 menit berjalan kegiatan menulis ia baru menulis dua pokok dongeng dan belum mampu mengembangkan dua pokok dongeng tersebut sedangkan siswa lainnya sibuk mengingatkan pokok-pokok dongeng yang sudah disusun oleh kelompok.  Disinilah saya menyadari bahwa saya sudah mengambil teknik yang salah yaitu mengambil hasil kerja kelompok mereka terlebih dahulu.  Padahal pada langkah kegiatan pengumpulan hasil diskusi dikumpulkan setelah kegiatan menulis berakhir.  Inilah yang membuat anak-anak agak kesulitan dalam mengembangkan pokok-pokok dongeng.  Waktu untk menyelesiakn kegiatan menulis selama 45 menit.

Ketika waktu yang disediakan berakhir saya mengingatkan bahwa kegiatan menulis cukup tugas di kumpulkan.  Setelah hasil kerja dikumpulkan saya melihat hasil tulisan siswa terdapat banyak kesalahan dalam penulisan huruf kapital.  Dan siswa belum mampu mengembangkan pokok-pokok cerita.  Saya beserta siswa merefleksi proses kegiatan pembelajaran dan hasil kerja anak-anak.

Rata-rata pada akhir pembelajaran menyatakan senang dengan materi hari ini, walaupun masih terdapat anak yang belum terlibat aktif dalam pembelajaran.  Saya menanyakan manfaat pembelajaran ini anak-anak menjawab pembelajaran materi ini bisa menjadi alternatif hiburan karena mereka bisa membaca sebuah cerita.  Walaupun menulis kembali dengan bahasa sendiri dongeng yang pernah dibacanya mereka mengaku masih kesulitan.  Pembelajan berakhir dengan memberikan tindak lanjut sebagai tugas di rumah siswa diminta untuk mendengarkan dongeng dari radio dan tv untuk berlatih menentukan pokok-pokok dongeng dan merangkai pokok-pokok dongeng menjadi sebuah dongeng.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: